*Pertemuan Rois Syuriah MWCNU Kec. Butuh, Kab. Purworejo*Jawa Tengah. Purworejo, 5 Agustus 2026

*Rois Syuriah MWCNU Kec. Butuh, Kab. Purworejo, KH. Ainun Najib* menyampaikan materi terkait tata kelola pendirian koperasi.

Dalam penyampaiannya, beliau mengajukan pertanyaan sekaligus memberikan jawaban mengenai langkah-langkah strategis dalam mendirikan koperasi agar berjalan berkelanjutan
1. *Cari pengurus yang ikhlas*
2. *Amanah* dalam menjalankan tugas dan mengelola keuangan
3. *Harus menggandeng pelaku usaha* agar koperasi memiliki ekosistem nyata dan produk yang bergerak
4. *Rekrutmen orang yang berpengaruh* di tingkat desa maupun tingkat MWC/Kecamatan untuk penguatan jaringan dan legitimasi
5. *Pemilik modal* sebagai penggerak awal permodalan koperasi

Beliau menegaskan bahwa kelima poin tersebut adalah *kunci keberhasilan dalam pengembangan koperasi*.

Di sisi lain, proses ini juga membutuhkan *proses panjang, ketekunan, kesabaran, dan perjuangan* agar koperasi tidak hanya berdiri, tetapi juga tumbuh dan bermanfaat bagi warga
Dalam 9 poin tersebut, pimpinan Koperasi BMT telah menjawab semua dengan *jelas dan transparan*, bahkan sampai ke *manajemen keuangan* yang notabenya memang sudah sangat berpengalaman dalam pengelolaannya.
Dijelaskan juga bahwa berdirinya koperasi *sejak tahun 2000* dan sampai sekarang perkembangannya sangat pesat. Masyarakat sangat antusias, karena koperasi tersebut sangat mendapatkan *kepercayaan dari masyarakat*.
Disampaikan juga bahwa *Pondok Pesantren Sidogiri* termasuk pondok tertua, yang umurnya sudah *290 tahun* berarti hampir mencapai *300 tahun*. Ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keikhlasan dan amanah sudah mengakar kuat dalam pengelolaan
Pimpinan beserta jajarannya juga *siap untuk memfasilitasi pendampingan*, untuk mengawal proses dan aturan-aturan supaya memiliki legalitas yang pasti, yang terkait dengan *Kementerian Koperasi* dan seterusnya.
Karena koperasi ini merupakan *satu frekuensi bersama-sama untuk membesarkan NU*.
Hal ini sudah bisa dibuktikan, bahwa semua pengelola, mulai dari manajer sampai tingkat bawah memiliki basis dari *alumni Ponpes Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur* yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam membangun ekonomi umat
1. Segera bentuk tim kecil untuk melakukan pemetaan potensi SDM dan potensi usaha di tiap desa se-Kecamatan Butuh
2. Lakukan sosialisasi dan edukasi koperasi ke ranting-ranting agar warga memahami manfaat dan semangat berkoperasi
3. Libatkan tokoh masyarakat, kyai, dan pelaku UMKM sebagai penggerak awal agar koperasi cepat dipercaya
4. Susun AD/ART yang sederhana namun kuat, dan lakukan pendampingan hukum dari PCNU/lembaga terkait
5. Mulai dari unit usaha yang riil dan dibutuhkan warga, jangan langsung besar. Bertahap tapi istiqomah



