spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wujud Syukur Melimpahnya Rezeki Laut, Warga Kampung Kilangan Gelar Kenduri Laut

 

ACEHSINGKIL,PRESISI.SBS– Ratusan warga Kampung Kilangan memadati kawasan Pasi Tangah pada Minggu (09/08/2026) untuk merayakan tradisi Kenduri Laut. Acara adat bernuansa spiritual ini digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas melimpahnya rezeki dan keselamatan saat melaut yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Untuk mencapai lokasi acara di pasi tangah, rombongan warga beserta para tamu undangan harus menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 30 menit dari pemukiman masyarakat dengan menggunakan bot kayu atau sampan nelayan.

Meski harus mengarungi perairan, antusiasme masyarakat tetap membara demi menjaga kelestarian tradisi leluhur tersebut.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Camat Singkil, Khairuddin, SE, Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, Mukim Kemukmiman Pasar Singkil, Kepala Desa Kilangan Zulkifli, Panglima Laot Kilangan, serta seluruh lapisan masyarakat Desa Kilangan.

Kepala Desa Kilangan, Zulkifli, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kekompakan masyarakat yang hadir.

“Kenduri Laut ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud rasa syukur kita yang mendalam kepada Allah SWT atas segala hasil laut yang menjadi sumber penghidupan warga Kilangan. Semoga melalui doa bersama ini, laut kita semakin berlimpah rezekinya dan para nelayan senantiasa diberikan keselamatan,” tutur Zulkifli.

Camat Singkil, Khairuddin, SE, mengapresiasi tinggi konsistensi warga dan pemangku adat Kampung Kilangan dalam merawat kearifan lokal.

“Pemerintah Kecamatan Singkil sangat mendukung dilestarikannya adat Kenduri Laut ini. Selain sebagai ritual rasa syukur, kegiatan ini memperkuat tali silaturahmi serta menegaskan identitas kita sebagai daerah maritim yang kaya akan budaya. Nilai-nilai kepedulian sosial yang diselipkan dalam acara ini juga sangat luar biasa. Mari kita jaga kelestarian ekosistem laut Pasi Tangah agar rezeki ini terus berlanjut hingga generasi anak cucu kita,” ujar Khairuddin, SE.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Kampung setempat untuk memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh nelayan Kampung Kilangan saat mengarungi lautan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kegembiraan adat, panitia turut menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu Kampung Kilangan agar mereka juga merasakan kebahagiaan dari rezeki laut yang didapatkan.
Puncak rangkaian acara ditutup dengan prosesi Peusijuek (tepung tawar) yang dipimpin langsung oleh Camat Singkil, Khairuddin, SE, disaksikan oleh tamu dan seluruh masyarat. Prosesi adat ini mengartikan permohonan ketenangan, keselamatan, dan keberkahan bagi kampung serta seluruh nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut.(***)

Popular Articles