spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Distribusi Logistik Terancam, Pengusaha Minta Polisi Bongkar Jaringan Penadah Di Tanjung Priok

JAKARTA, Selasa, 11 Agustus 2026– Keresahan kembali melanda para pengusaha angkutan barang di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dugaan pencurian aki dan pemotongan kabel pada truck container kembali terjadi, membuat pelaku usaha mempertanyakan efektivitas pengamanan Polres dan Polsek di wilayah Jakarta Utara.

Pada Mei 2026, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok memang telah mengungkap sindikat pencurian aki truk trailer yang beraksi saat kendaraan terjebak kemacetan. Dua tersangka ditangkap dengan modus mematikan daya listrik utama truk di jalan. Namun menurut pengusaha, pengungkapan itu belum membuat situasi membaik.

Truck di Kemacetan Jadi Sasaran Empuk

Informasi dari kalangan pengusaha menyebut, kendaraan masih rawan menjadi sasaran ketika lalu lintas padat. Selain aki, kabel kendaraan terutama pada truck container pendingin atau _reefer container_ juga menjadi incaran karena mengandung tembaga yang memiliki nilai jual tinggi.

Bagi pengusaha, kerugian tidak hanya pada nilai barang yang hilang. Jika komponen dirusak saat truk melintas, keselamatan pengemudi dan kelancaran distribusi barang nasional juga terancam.

Pengamat: Polisi Jangan Hadir Setelah Ada Korban

Pengamat transportasi Tongam Frisdon Nainggolan menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius kepolisian. Menurutnya, Tanjung Priok adalah jalur vital logistik nasional sehingga keamanan di kawasan itu tidak bisa dianggap kriminalitas biasa.

“Kalau kendaraan logistik bisa jadi sasaran pencurian di jalan, ini harus jadi alarm. Jangan sampai polisi hanya hadir setelah masyarakat menjadi korban,” ujar Tongam.

Ia mendorong Polres Jakarta Utara dan jajaran Polsek melakukan evaluasi menyeluruh. “Yang dievaluasi bukan hanya jumlah kasus yang diungkap, tapi kemampuan mencegah. Polisi harus tahu titik rawan, modus, pola pelaku, sampai ke mana barang curian dijual,” tegasnya.

Tuntutan Tegas: Putus Jaringan Penadah

Pengusaha mempertanyakan mengapa keresahan masih tinggi padahal modus serupa sudah pernah diungkap. Mereka meminta kepolisian tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri ke mana aki dan kabel curian dijual serta siapa penadahnya.

“Titik rawan harus dipetakan. Patroli diperkuat. CCTV dimaksimalkan. Jaringan penadah harus dibongkar. Kalau pasar barang curian tidak diputus, menangkap pelaku lapangan tidak akan menyelesaikan masalah,” kata salah satu perwakilan pengusaha.

Di tengah keresahan itu, muncul pula informasi yang belum terverifikasi mengenai dugaan keterkaitan sebagian pelaku dengan penyalahgunaan obat-obatan seperti tramadol. Pihak kepolisian diharapkan membuktikan kebenarannya melalui penyelidikan.

“Pengusaha Bayar Pajak, Berhak Dapat Rasa Aman”

Para pengusaha menegaskan mereka sudah menjalankan kewajiban pajak dan berkontribusi pada distribusi barang. Karena itu negara juga harus hadir memberikan perlindungan.

“Pengusaha tidak minta perlakuan khusus. Mereka hanya minta keamanan. Truck mereka menggerakkan perekonomian. Negara harus hadir,” kata Tongam.

Ia juga menyebut, jika evaluasi menunjukkan sistem pengamanan belum efektif, maka wajar jika kinerja pimpinan di Polres dan Polsek ikut dievaluasi.

Tantangan untuk Kepolisian

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Metro Jakarta Utara maupun Polres Pelabuhan Tanjung Priok terkait langkah pencegahan terbaru.

Para pengusaha menantang aparat membuktikan kehadiran: dengan patroli rutin, pengungkapan kasus, penangkapan pelaku, hingga pemutusan jaringan pencurian.

“Tanjung Priok butuh keamanan, bukan sekadar janji. Hadirlah sebelum masyarakat menjadi korban,” pungkas nya.

Popular Articles