spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

GAJAH GAJAHAN, SENI TRADISI DI PONOROGO, SELAIN REOG,YANG SEMAKIN BERKEMBANG

PONOROGO, Rabu 9 September 2026 #Presisi.sbs – Ponorogo di kenal sebagai salah satu kota budaya. ikon yang di kenal Oleh masyarakat Luas, baik dalam negeri Maupun luar negeri adalah Reog nya, bahkan sudah di akui UNESCO sebagai Warisan budaya. Kesebnian Reog, Perkembangannya Pesat di kota Yang juga ada Pondok Pesantren nya Yang mendunia , Pondok Gontor ini.

Seni Budaya di ponorogo, Terutama Reog Bukan hanya konsumsi masyarakat ponorogo sendiri, namun sudah menjadi Pertunjukan budaya seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan negara tetangga pun di buat iri dengan keberadaanya. Momen untuk Menjaga & Melestarikan Seni Reog yang di lakukan Pemkab Ponorogo di antaranya di adakanKegitan Pertunjukan Di tingkat lokal, juga Even Festival Reog nasional. Maka teka heran bila Tiap tahun selalu agenda Festival Reog Nasional, yang bisa di ikuti siapa saja. Selain itu Reog sudah menjadi Pertunjukan di Amerika, Jepang, Dll lewat duta budaya & Undangan Pemerintah setempat.

Selain Reog, Ponorogo juga Punya Seni gajah – Gajahan, Yang sangat familiar jadi Pertunjukan di masyarakat Ponorogo. Dan yang sering Mengadakan adalah Masyarakat sendiri, yang biasa di lakukan di acara Kegiatan Desa, ataupun undangan Masyarakat yang punya Hajat.Dalam bulan September ini saja jadwal manggung / Pertunjukan sudah sangat padat.

Mengenal asal Usul Seni gajah, Gajahan Yang ada di ponorogo. Gajah – Gajahan adalah seni arak – arakan asal ponorogo, Jawa Timur yang lahir sekitar tahun 1965 -an dari kalangan santri di sekitar Pondok Pesantren Gontor Mlarak ponorogo.

Asal usul dan latar belakang :

– Konteks Politik : Pada masa Pertengahan 1960 – an Terjadi ketegangan Politik di ponorogo di mana kesenian Reog saat itu di identik an atau di manfaatkan oleh kelompok politik tertentu ( Partai Komunis)

– Reaksi Kalangan Santri : Untuk menghindari benturan dan tidak bersinggungan dengan politik praktis, para santri menciptakan kesenian tandingan yang bernafaskan islam.

– Simbolisme gajah : Pemilihan bentuk gajah di dasarkan pada simbol bahwa gajah adalah hewan yang santun, mudah di tundukan & banyak membantu pekerjaan manusia sekaligus merujuk pada tentara gajah dalam sejarah islam ( Tahun gajah)

Perkembangan & Perubahan makna :

– Media dakwah Menjadi Hiburan : Pada Awal kemunculannya, kesenian ini berfungsi sebagai sarana dakwah, Syiar islam & Sholawat jalanan yang di iringi oleh tabuhan kompang atau jidor.

– Bentuk Pertunjukan : Kesenian ini menampilkan Replika atau patung gajah dari kertas karton yang di pasang pada kerangka bambu, lalu di tunggangi oleh anak kecil atau penari yang lincah.

– Pergeseran Fungsi : Seiring Perjalanan waktu, Terutama sejak tahun 1990 – an hingga kini. Gajah gajahan mengalami pergeseran makna dari yang murni religius menjadi Senj pertunjukan budaya untuk hiburan rakyat. Musik Pengiringnya pun berkembang memadukan alat musik tradisional seperti saron & Demung.

Beberapa contoh Seni gajah yang jadwal manggungnya padat di antaranya Bledug Manggolo Yang mulai tanggal 6 – 27 September Tampil atas undangan masyarakat yang Punya hajat. Ada juga Seni gajah Krono Joyo Ngrandu, Yang punya jadwal manggung Mulai 2 September di karang Kidul, Tinggal Tanggal 29 September 2026 di desa semanding. Dan dalam praktek nya bukan hanya 2 Group itu yang manggung / pentas melainkan Masih banyak lagi. Itulah Fenomena yang terjadi saat ini dengan kesenian Gajah – Gajahan yang ada di kota Reog Ponorogo.

Kota Ponorogo juga salah satu Kota Tempat pelaksanaan nya Acara Kopdar Nasional Pena jiwa, atau yang di kenal dengan Anjangsana Pena Jiwa ( APJ) kegiatan Positif, Menggabungkan Kegiatan Silaturahmi, Baksos, UMKM dan Berbagi Ini yang memang lagi viral terutama di kalangan para Terapis. APJ 15 di laksanakan di grajen, Ponorogo, Yang sebelumnya sudah di lakukan 14 kali dan sukses di berbagai daerah jatim & Jateng.

( Rio  )

Popular Articles