PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT – Apresiasi tegas disampaikan Subandi, perwakilan DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kalimantan Barat, kepada Hengki, CEO Media Target Operasi.id, atas langkahnya mengembangkan aplikasi ojek online (ojol) bernama Lyza. Bagi Subandi, terobosan ini menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya mampu menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan inovasi teknologi digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Senin, 19/10/2026.
Subandi menilai, keberanian Hengki menembus batas profesi jurnalistik patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, insan pers dituntut untuk terus berkembang, meningkatkan kompetensi, serta membuka ruang kreativitas di luar aktivitas pemberitaan.
“Saya bangga dan mengucapkan selamat. Insan pers tidak hanya berkarya di dunia pemberitaan. Dengan keahlian di bidang teknologi informasi, insan pers juga mampu menciptakan inovasi baru. Semoga karya Hengki ini menjadi inspirasi bagi insan pers di seluruh Indonesia,” demikian pesan Subandi.
Hengki merupakan pemuda asal Jawa Timur yang kini menetap di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ia mengembangkan Lyza melalui PT Indomedia Cyber Teknologi, perusahaan yang menaungi Media Target Operasi.id.
Nurjali, S.Pd.I., Pimpinan Redaksi Media Target Operasi wilayah Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa aplikasi Lyza telah dirancang sejak lama. Menurut keterangannya, aplikasi tersebut telah tersedia di Google Play Store dan diluncurkan pada 20 Oktober. Bagi Subandi, hadirnya Lyza menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa insan pers juga dapat mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem digital. Profesi jurnalistik bukan penghalang untuk melahirkan karya teknologi, selama didukung kompetensi, kreativitas, dan kesungguhan dalam mengembangkan inovasi.
Meski demikian, perjalanan Lyza masih harus dibuktikan melalui kualitas layanan, keamanan pengguna, jangkauan operasional, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Di tengah persaingan industri transportasi online, kepercayaan publik akan menjadi salah satu penentu penting bagi keberlanjutan platform tersebut.
Apresiasi Subandi bukan sekadar ucapan selamat kepada Hengki. Lebih dari itu, ia berharap langkah tersebut dapat memantik semangat insan pers untuk berani berinovasi, menguasai teknologi, dan menghasilkan karya yang melampaui batas ruang redaksi.
Insan pers tidak cukup hanya menjadi penyampai kabar tentang perubahan. Dengan kemampuan dan kreativitas yang terus dikembangkan, insan pers juga berpeluang menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
Kini, Lyza membawa tantangan sekaligus harapan: membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari kalangan media mampu berkembang, memperoleh kepercayaan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna.
Dari apresiasi Subandi di Kalimantan Barat, tersampaikan satu pesan kuat bagi insan pers nasional: jangan berhenti berkarya melalui berita, tetapi teruslah berinovasi untuk masa depan. Sumber : Subandi, Ketua DPD LIN Kalbar



