Banyuwangi, http://presisi.sbs – Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, mengungkapkan adanya dugaan permintaan jatah toko di Pasar Induk Banyuwangi yang dikaitkan dengan Ketua DPRD Banyuwangi.
Hal itu disampaikan Abi saat berada di Pasar Induk Banyuwangi bersama Bang Yunus, melalui unggahan video akun tiktok @IWB, sambil menunjukkan langsung toko yang dimaksud. pada Kamis (29/10/2026).
Menurut Abi, toko tersebut sudah dimiliki pedagang lama puluhan tahun, namun diduga diminta melalui perantara berinisial E.
“Saya ini ngajak Bang Yunus menunjukkan toko yang diminta oleh Ketua DPR Made melalui E, diminta jatahnya katanya di pasar ini. Padahal itu milik salah satu pedagang yang sudah puluhan tahun ada di sini,”ujar Abi

Abi menyebut pihaknya sudah bertemu dengan pengelola pasar, Pak Bram, yang berjanji akan mengakomodir persoalan tersebut, namun hingga kini belum ada realisasi.
Ia menyayangkan jika seorang pejabat tinggi di DPRD diduga terlibat dalam persoalan toko pedagang lama tersebut.
“Kasihan ketika ada toko punyanya orang lama terus terdzolimi. Masa seorang pejabat tertinggi di DPR mau dzolimi begitu. Saya yakin enggak sebenarnya, karena saat saya konfirmasi enggak ngaku,”katanya.
Abi mengklaim memiliki saksi terkait dugaan tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi saat pertemuan bersama Kabid Pasar, Kadiskop, dan Pak Bram, di mana ada panggilan telepon yang di-loudspeaker.
“Pada saat dipertemukan kami dengan Kabid Pasar, Kadiskop sama Pak Bram di ruang Pak Bram, Pak Dirman telepon di loudspeaker mengatakan itu diminta mati. Banyak saksinya. Bahkan Pak Sekcam, Mas Prima Sekcam kota itu merekam dan saya rasa ada CCTV-nya di ruang itu,”ungkapnya.
Hingga video ini beredar, belum ada tanggapan resmi dari Ketua DPRD Banyuwangi, Pak Made, maupun pihak yang disebut dalam video terkait dugaan permintaan toko tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi berimbang kepada pihak-pihak terkait. (Tim/Sp)



