KOTA JANTHO, Media Presisi.sbs — Cuaca kemarau dan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Besar selama sepekan terakhir berdampak serius pada ketersediaan air baku masyarakat. Sumber air utama di Kolam Penampungan Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, dilaporkan mengalami penurunan debit air secara drastis hingga mengering.
Akibat kondisi tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mountala Aceh Besar terpaksa memberlakukan skema pengaliran dan distribusi air secara bergilir kepada sekitar 13.000 pelanggan.
Empat Kecamatan Terdampak
Penurunan debit air baku secara signifikan ini mempengaruhi pasokan air bersih bagi pelanggan yang tersebar di empat kecamatan wilayah pelayanan:
- Kecamatan Darul Imarah
- Kecamatan Darul Kamal
- Kecamatan Peukan Bada
- Sebagian wilayah Kecamatan Lhoknga
Langkah penggiliran jaringan pipa ini diambil untuk menjaga keandalan dan kestabilan distribusi air agar tetap dapat membagi pasokan secara merata di tengah minimnya pasokan air baku.
Langkah Antisipasi dan Imbauan Hemat Air
Pihak manajemen Perumda Tirta Mountala menyatakan bahwa penghentian sementara pompa utama di kawasan Mata Ie juga dilakukan guna mengantisipasi kerusakan teknis akibat ketiadaan dorongan air.
Sebagai bentuk mitigasi darurat, Perumda Tirta Mountala mengoperasikan armada mobil tangki yang diprioritaskan menyuplai fasilitas publik vital:
- Rumah Sakit dan Klinik Kesehatan
- Dayah / Pesantren
- Tempat Ibadah (Masjid dan Musala)
”Pemberlakuan giliran ini merupakan langkah darurat agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan air meski terbatas. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau masyarakat untuk menampung air serta menggunakannya secara bijak dan hemat,” rilis resmi pihak manajemen Humas Perumda Tirta Mountala.
Pihak redaksi dan manajemen mengimbau warga terdampak agar terus memantau jadwal pembagian giliran air yang diinformasikan melalui saluran resmi perusahaan dan jajaran pemerintah setempat.


