ACEHSINGKIL,PRESISI.SBS – Janji manis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil untuk mencairkan Jaminan Hidup (Jadup) dalam waktu tiga bulan kini terbukti hanya tinggal janji.
Menanggapi ketidakpastian tersebut, Gerakan Masyarakat Aceh Singkil (Gemuka) secara resmi menyatakan akan kembali turun ke jalan menggelar Aksi Demo Jilid 2 guna menuntut hak-hak masyarakat yang terabaikan.
Menariknya, rencana aksi susulan ini tampaknya langsung memicu kegaduhan di lingkungan internal pemerintahan.
Pasca-informasi demonstrasi meluas, Pemkab Aceh Singkil mendadak sibuk membagikan video pernyataan atau ucapan dari pihak Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yang diduga kuat sebagai upaya untuk meredam amarah publik dan memproyeksikan bahwa proses pencairan sedang berjalan.
Langkah reaktif Pemkab tersebut mendapat sentilan keras dari internal pergerakan.
Ketua Gemuka Rasuluddin mempertanyakan urgensi dan keterlambatan respons pemerintah yang dinilai tidak peka sejak awal.
“Dari kemarin kemana saja? Kenapa setelah masyarakat mengonsolidasikan gerakan dan menyatakan siap menggelar Demo Jilid 2, Pemkab baru terlihat panik dan sibuk men-share video dari Kemensos? Ini membuktikan bahwa pemerintah baru bekerja dan merespons saat digertak oleh rakyat,” tegas Rasul dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Gemuka menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi membutuhkan retorika visual ataupun video klarifikasi, melainkan realisasi nyata berupa pencairan dana Jadup yang menjadi hak mereka.
Kegagalan Pemkab dalam menepati janji tiga bulan ini dinilai sebagai bentuk lemahnya komitmen dan buruknya manajemen birokrasi dalam menangani urusan krusial kedaruratan serta kesejahteraan warga.
Aksi Demo Jilid 2 dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana dengan massa yang lebih besar, hingga dana Jadup benar-benar masuk ke rekening penerima manfaat tanpa ada alasan penundaan lagi.(***)



