spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

​Munazir: Kekeringan Mata Ie Alarm Bahaya Kerusakan Kawasan Resapan Air

ACEH BESAR — Senja merayap perlahan di atas perbukitan pegunungan kapur kawasan Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Alih-alih disambut deburan air jernih yang biasanya menjadi wahana rekreasi warga sekaligus urat nadi kehidupan masyarakat setempat, kini yang tersisa hanyalah hamparan dasar kolam yang merekah dan mengering.

​Kondisi menyusutnya debit air secara drastis di sumber mata air bersejarah ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Tokoh muda Aceh Besar, Munazir, melihat fenomena kekeringan berulang ini bukan lagi sekadar dampak perubahan iklim musiman, melainkan sinyal bahaya kerusakan ekologis yang kian mengancam. Ia menegaskan bahwa Mata Ie bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan jantung sumber air bersih untuk ribuan jiwa di Aceh Besar dan Banda Aceh, sehingga membiarkannya tanpa tindakan nyata sama saja dengan menyongsong krisis air yang lebih besar di masa depan.

​Selama puluhan tahun, Mata Ie menjadi penyuplai utama air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Mountala untuk menyuplai kebutuhan harian pemukiman warga. Namun, ancaman kekeringan yang kian kerap terjadi tidak terlepas dari terdegradasinya kawasan tangkapan air di bagian hulu perbukitan. Alih fungsi lahan, pembukaan hutan, serta berkurangnya tutupan vegetasi penyerap air menjadi pemicu utama berkurangnya kemampuan tanah dalam menampung dan menyimpan air hujan.

​Munazir mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menyalahkan faktor cuaca semata. Menurutnya, ada andil aktivitas manusia di kawasan hulu yang mengganggu siklus hidrologi alamiah, sehingga air hujan langsung mengalir begitu saja tanpa sempat meresap ke dalam akuifer tanah. Fenomena ini memerlukan penanganan yang melampaui wacana dan solusi jangka pendek.

​Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Munazir menyerukan gerakan kolaboratif berbasis komunitas untuk menyelamatkan kawasan ekosistem Mata Ie. Ia menekankan bahwa penanganan krisis air ini tidak bisa hanya menggantungkan harapan pada pemerintah semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

​Langkah pemulihan tersebut harus dimulai dari reforestasi masif di kawasan tangkapan air dengan menanam kembali pohon-pohon endemik berakar dalam yang mampu mengikat air. Bersamaan dengan itu, pengawasan terhadap alih fungsi lahan ilegal di perbukitan sekitar harus diperketat, didampingi kampanye edukasi penghematan air serta aksi kebersihan lingkungan yang konsisten dari masyarakat setempat.

​Generasi muda Aceh Besar diharapkan dapat mengambil peran utama di garis depan gerakan konservasi ini. Dengan menanam pohon, menjaga hutan resapan, serta menghentikan pembalakan liar, penyelamatan sumber air Mata Ie menjadi wujud nyata dalam menjamin kelangsungan hidup dan masa depan generasi mendatang

Popular Articles