DikutipĀ Presisi.sbs “Saya memberikan penghormatan kepada perjalanan hidup Bambang Isti Nugroho yang selama puluhan tahun menunjukkan bahwa gagasan tidak dapat dipenjara, dan semangat tidak dapat dibungkam oleh kekuasaan.
Enam buku yang diluncurkan pada usia 66 tahun bukan sekadar pencapaian literasi, melainkan jejak sejarah tentang keteguhan seorang manusia yang memilih tetap berpihak kepada kebebasan berpikir, kebudayaan, dan nilai-nilai demokrasi. Karya adalah bukti bahwa waktu hanya mampu menua-kan raga, tetapi tidak mampu menua-kan idealisme.

Pertemuan para aktivis, seniman, budayawan, dan tokoh demokrasi dalam tema “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti” menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak dibangun oleh kebencian, melainkan oleh keberanian menyampaikan gagasan, menjaga ruang dialog, dan merawat persahabatan meski berbeda pandangan.
Perjalanan sejarah bangsa juga mengajarkan bahwa setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Ada masa ketika kritik dibungkam, ada masa ketika kebebasan dibatasi. Namun sejarah membuktikan bahwa gagasan yang lahir dari kejujuran akan selalu menemukan jalannya.
Sebagai pemerhati kebijakan publik, saya memandang bahwa bangsa ini membutuhkan lebih banyak ruang bagi lahirnya pemikiran-pemikiran kritis yang tetap menghormati hukum, konstitusi, dan nilai-nilai demokrasi. Perbedaan pendapat tidak boleh diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai energi untuk memperbaiki tata kelola negara.
Etos perlawanan yang sesungguhnya bukanlah perlawanan yang dipenuhi amarah, tetapi keberanian untuk tetap menyuarakan kebenaran, menolak ketidakadilan, melawan korupsi, membela hak-hak rakyat, dan menjaga nurani kebangsaan tanpa kehilangan kemanusiaan.
Semoga karya-karya Bambang Isti Nugroho menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa pena, ilmu pengetahuan, seni, dan keberanian moral akan selalu lebih panjang usianya daripada kekuasaan yang datang dan pergi.
Selamat atas peluncuran enam buku dan milad ke-66. Semoga terus menjadi cahaya bagi perjalanan demokrasi, kebudayaan, dan kehidupan intelektual Indonesia.
Budi RizkiyantoPemerhati Kebijakan Publik
(SETHOĀ PRESISI.SBS)



