spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

ACEH BESAR, 27 September 2026 – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelanggan untuk berperan aktif dalam menjaga keandalan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Transmisi dan Distribusi (Trandis). Sinergi antara pengelola dan pelanggan dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan air bersih tetap mengalir lancar dan merata ke seluruh wilayah pemukiman.

Kasubag Sistem Jaringan Transmisi dan Distribusi (Trandis) Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Muhammad Ichsan Nizali, S.E., CPLA, menyampaikan bahwa JDU merupakan infrastruktur vital atau “pembuluh darah utama” yang mengalirkan ribuan meter kubik air bersih dari instalasi pengolahan melintasi berbagai kawasan hingga sampai ke rumah warga.

“Keandalan jaringan pipa utama bukan hanya bergantung pada ketahanan fisik pipa atau pengaturan tekanan dari reservoir yang kami kelola. Keandalan sejati baru tercipta ketika masyarakat juga ikut peduli dan menjaga keberadaan infrastruktur air bersih di sekitarnya,” ujar Muhammad Ichsan Nizali di Lambaro, Aceh Besar.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung kelancaran distribusi air bersih, Perumda Tirta Mountala membagikan empat imbauan penting bagi masyarakat dan pelanggan di Kabupaten Aceh Besar:

Pipa JDU yang tertanam di bawah tanah sering kali mengalami kebocoran berupa rembesan halus atau genangan air yang muncul secara mendadak di permukaan tanah maupun jalan aspal. Laporan awal dari warga sangat membantu Tim Trandis untuk melakukan penanganan cepat (response time) sebelum titik kebocoran membesar dan menurunkan tekanan air ke rumah pelanggan.

Jalur lintasan pipa utama membutuhkan ruang bebas (Right of Way) guna mempermudah proses pemeliharaan berkala maupun perbaikan darurat. Mendirikan bangunan permanen, kanopi berat, atau menanam tanaman berakar keras tepat di atas jalur pipa dapat membebankan tekanan fisik pada pipa serta menyulitkan pergerakan tim teknis saat perbaikan darurat.

Masyarakat maupun pelaksana proyek pembangunan jalan, drainase, atau fondasi diimbau untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Perumda Tirta Mountala sebelum melakukan penggalian. Hal ini bertujuan agar denah lokasi pipa utama dapat terpetakan dengan tepat sehingga terhindar dari benturan alat berat atau peralatan galian.

Bersama Membasmi dan Melaporkan Sambungan Ilegal (Illegal Tapping)

Penyambungan air secara ilegal tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak kestabilan sistem distribusi. Sambungan liar yang tidak sesuai standar teknis kerap menjadi celah masuknya kontaminan ke dalam pipa dan memicu krisis air di wilayah pelanggan resmi, khususnya di area ujung jaringan (dead end).

Perumda Tirta Mountala menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan tim lapangan dalam merespons setiap potensi gangguan jaringan.

Bagi masyarakat atau pelanggan yang menemukan rembesan air, indikasi kebocoran pipa, maupun kendala distribusi di wilayah Kabupaten Aceh Besar, dipersilakan untuk segera menghubungi layanan pengaduan resmi Perumda Tirta Mountala Aceh Besar.

 

 

Popular Articles