ACEH BESAR — Mengalirkan air bersih ke ribuan rumah warga di Kabupaten Aceh Besar bukanlah perkara mudah. Di balik setiap tetesan air yang mengalir dari keran, terdapat jaringan pipa utama (JDU) transmisi dan distribusi yang membentang di bawah tanah, bekerja tanpa henti menembus berbagai medan. Jalur pipa utama ini merupakan “pembuluh darah” vital yang menentukan apakah pasokan air sampai ke pemukiman dengan tekanan yang cukup dan kualitas yang tetap terjaga.
Namun, keandalan sistem distribusi air bersih ini tidak bisa hanya menggantungkan harapan pada kesiapsiagaan petugas teknis di lapangan. Kasubag Sistem Jaringan Transmisi dan Distribusi (Trandis) Perumda Tirta Mountala Aceh Besar, Muhammad Ichsan Nizali, S.E., CPLA, menegaskan bahwa kepedulian masyarakat sekitar merupakan benteng pertahanan terbaik dalam menjaga keutuhan infrastruktur air minum ini dari potensi kerusakan.
Beberapa langkah sederhana dari warga terbukti memberikan dampak yang sangat besar bagi kelancaran pasokan air. Mulai dari segera melaporkan rembesan air sekecil apa pun di permukaan jalan, menghindari pembangunan struktur permanen di atas jalur pipa utama (right of way), hingga berkoordinasi sebelum melakukan penggalian tanah untuk proyek pemukiman atau jalan. Selain itu, kesadaran warga untuk menolak dan melaporkan praktik sambungan liar (illegal tapping) sangat penting demi menjaga kestabilan tekanan air bagi pelanggan resmi.
Sinergi yang kuat antara Tim Trandis Perumda Tirta Mountala dan masyarakat merupakan kunci utama terwujudnya pelayanan air bersih yang merata di seluruh wilayah Aceh Besar. Dengan saling menjaga aset publik ini, gangguan distribusi dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga ketersediaan air bersih untuk kebutuhan harian rumah tangga hingga fasilitas umum dapat terus mengalir tanpa hambatan.


