Lembaga Bantuan Hukum Gadjah Mada Indonesia (LBH GMI) menggelar Forum Silaturahmi Pengurus di kediaman Kusriyadi, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Kegiatan ini bertujuan mempererat kekeluargaan, memperkuat sinergi organisasi, serta meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan hukum gratis bagi masyarakat.
Acara dihadiri langsung Ketua LBH GMI, Danny Hendro Saputro, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua, Humas, serta jajaran pengurus dan anggota dari berbagai wilayah. Kehadiran seluruh peserta mencerminkan semangat kebersamaan untuk membangun organisasi yang semakin solid, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan ramah‑tamah dan silaturahmi, dilanjutkan forum diskusi meliputi evaluasi program kerja, penguatan struktur, hingga strategi meningkatkan layanan bantuan hukum bagi warga yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Danny Hendro Saputro menegaskan agar organisasi tetap menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian.
“LBH Gadjah Madha Indonesia hadir bukan hanya sebagai pendamping hukum, tapi juga wadah perjuangan masyarakat meraih keadilan. Oleh karena itu, seluruh pengurus harus menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Danny, forum seperti ini berperan penting sebagai sarana komunikasi, konsolidasi, dan mempererat hubungan antar pengurus agar semakin mantap menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Selain membahas program kerja, forum juga menghasilkan keputusan penting: pengangkatan bendahara baru. Langkah ini diambil untuk menyempurnakan struktur organisasi, menjamin tertib administrasi, transparansi pengelolaan keuangan, serta memperkuat tata kelola yang akuntabel. Pengangkatan dilakukan lewat musyawarah dalam suasana kekeluargaan dan disaksikan seluruh pengurus yang hadir.
Wakil Ketua dan Humas juga menekankan pentingnya komunikasi harmonis agar setiap program berjalan efektif dan bermanfaat terutama bagi kelompok masyarakat kecil yang memerlukan pendampingan hukum.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana penuh keakraban tercipta. Peserta berdiskusi aktif mengenai isu‑isu hukum di masyarakat serta langkah yang bisa diambil LBH GMI, mulai dari edukasi, advokasi, mediasi, hingga pendampingan bagi pencari keadilan.
Forum ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjaga prinsip keadilan, transparansi, independensi, dan profesionalisme. Diharapkan hubungan antar pengurus makin erat, koordinasi makin baik, sehingga pelayanan hukum yang diberikan cepat, humanis, dan berintegritas.
Acara ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama, dan ramah‑tamah. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan tekad LBH GMI menjadi mitra masyarakat dalam penegakan hukum dan keadilan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.
(Sp)



