ACEHSINGKIL,PREISIS.SBS — Sudah hampir satu bulan, genangan air mengepung dan melumpuhkan aktivitas warga di tiga desa di Kabupaten Aceh Singkil, yaitu Desa Takal Pasir, Desa Teluk Ambun, dan Desa Siti Ambia.
Alih-alih mendapatkan solusi cepat, masyarakat kini semakin gelisah akibat lambatnya langkah taktis dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Bupati H. Sapriadi Oyon, S.H.
Genangan air yang tak kunjung surut ini tidak hanya memutus rutinitas harian warga, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian. Lahan pertanian hingga perkebunan rakyat—mulai dari palawija, tanaman muda, hingga kelapa sawit yang menjadi penopang utama hidup keluarga—terendam dan terancam gagal panen.
Indikasi Teknis Diabaikan, Bupati Dituntut Turun Langsung
Di tengah penderitaan warga, indikasi teknis penyebab banjir—seperti dugaan jebolnya tebing di kawasan Desa Lama yang membuat air deras masuk ke permukiman—seolah dibiarkan tanpa verifikasi cepat dari instansi berwenang.
Pemerintah daerah terkesan lamban menurunkan tim teknis untuk melakukan investigasi dan penanganan darurat.
Para kepala desa dari tiga wilayah terdampak telah melayangkan surat resmi berulang kali kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Namun, surat-surat tersebut dinilai hanya menjadi tumpukan kertas tanpa eksekusi lapangan yang jelas dari Bupati Sapriadi Oyon.
“Jangan Biarkan Rakyat Menjerit Sendirian”
Kepala Desa Rabidin Limbong menegaskan bahwa warga sudah di titik batas kesabaran. Pemerintah daerah tidak boleh lagi bersikap pasif atau sekadar memantau dari kejauhan, melainkan harus segera mengerahkan alat berat dan menurunkan dinas terkait ke lokasi.
Nada kekecewaan yang sama disampaikan tokoh masyarakat setempat, Nasrin.
Ia menyayangkan ketidakpekaan eksekutif terhadap penderitaan warga yang sudah berlangsung hampir sebulan, meski pihak legislatif melalui anggota DPRK Aceh Singkil, Doni, telah bergerak cepat meninjau langsung ke lapangan.
“Pak Bupati harus turun tangan langsung dan memberi instruksi tegas kepada instansi terkait, bukan sekadar menunggu laporan di atas meja. Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut dan semakin membebani perut serta masa depan ekonomi warga,” tegas Nasrin.
Tuntutan Konkret untuk Bupati Aceh Singkil
Melalui rilis ini, masyarakat di tiga desa mendesak Bupati H. Sapriadi Oyon, S.H. untuk segera mengambil tiga langkah darurat:
1. Instruksi Tanggap Darurat Cepat: Mengerahkan Dinas PUPR dan BPBD Aceh Singkil untuk mengecek dan menutup titik tebing yang jebol di Desa Lama.
2. Mitigasi Ekonomi dan Kesehatan: Menyalurkan bantuan logistik serta jaminan pemulihan bagi petani dan pekebun yang kehilangan sumber pendapatan.
3. Turun ke Lapangan: Hadir langsung di tengah-tengah warga Desa Takal Pasir, Teluk Ambun, dan Siti Ambia untuk memastikan solusi teknis berjalan, bukan hanya lempar tanggung jawab antar-instansi.
Hampir satu bulan warga hidup berkalang air. Bagi masyarakat Aceh Singkil, yang mereka butuhkan saat ini bukan janji atau kepedulian simbolik, melainkan perintah tegas dari seorang Bupati untuk mempercepat surutnya banjir dan menyelamatkan nasib rakyatnya.(***)



