Banyuwangi – Hasil audiensi terkait persoalan Pasar Induk Banyuwangi kembali menuai sorotan. Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, melontarkan kritik tajam terhadap tindak lanjut pertemuan yang sebelumnya diikuti pihaknya.
Secara spontan saat diwawancarai awak media, Rabu (28/10/2026), Abi menyebut hasil audiensi tersebut sebatas PHP atau Pemberi Harapan Palsu. Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan IWB karena belum ada perkembangan konkret terkait penyelesaian persoalan di Pasar Induk Banyuwangi.
Bagi IWB, audiensi bukan sekadar ruang untuk duduk bersama, menyampaikan keluhan, lalu berakhir tanpa kejelasan langkah berikutnya. Forum tersebut semestinya menghasilkan komitmen yang terukur, tindak lanjut yang transparan, serta jawaban atas persoalan yang telah disampaikan.
“Kalau setelah audiensi tidak ada kejelasan tindak lanjut, lalu apa sebenarnya hasil yang bisa dirasakan masyarakat? Jangan sampai audiensi hanya menjadi agenda seremonial. Masyarakat datang membawa persoalan, menyampaikan keluhan, dan berharap ada penyelesaian. Bukan sekadar pulang membawa janji,”papar Abi Arbain.
Menurutnya, persoalan Pasar Induk Banyuwangi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penjelasan terbuka. Jika memang sudah ada langkah perbaikan, pihak terkait perlu menyampaikannya secara jelas kepada publik. Sebaliknya, jika ada kendala, masyarakat juga berhak mengetahui apa penyebabnya dan kapan penyelesaian akan dilakukan.
Abi menilai, ukuran keberhasilan audiensi bukan terletak pada siapa saja yang hadir atau berapa banyak aspirasi yang dicatat, melainkan pada sejauh mana persoalan yang dibahas memperoleh tindak lanjut nyata.
“Jangan hanya masyarakat yang dituntut untuk bersabar, sementara kepastian penyelesaian tidak pernah dijelaskan secara terang. Kalau memang ada komitmen, tunjukkan realisasinya. Kalau ada persoalan yang belum selesai, sampaikan apa adanya. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan, bukan terus-menerus menunggu tanpa kepastian,”terangnya.
Kekecewaan terhadap tindak lanjut audiensi tersebut tidak membuat IWB menghentikan langkahnya. Organisasi tersebut memastikan rencana aksi lanjutan tetap berjalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus desakan agar persoalan Pasar Induk Banyuwangi mendapatkan perhatian serius.
Abi menegaskan, IWB akan terus mengawal persoalan pasar dan menyampaikan berbagai dugaan permasalahan tata kelola yang dinilai perlu ditelusuri oleh instansi berwenang.
“Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya karena sudah pernah dilakukan audiensi. Justru setelah audiensi, seharusnya ada tindak lanjut yang bisa dilihat dan diukur. IWB akan tetap bergerak, mengawal persoalan ini, serta menyampaikan hal-hal yang kami nilai perlu diperiksa. Jika ada dugaan penyimpangan, biarkan pihak berwenang menelusurinya berdasarkan bukti,”ungkap Abi.
IWB juga menekankan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan fasilitas publik merupakan hal penting. Pasar bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan, tetapi juga menyangkut kepentingan pedagang, pengunjung, dan masyarakat luas.
Menurut IWB, pertanyaan mendasar yang kini perlu dijawab adalah apa saja hasil audiensi yang sudah direalisasikan, persoalan mana yang masih belum diselesaikan, serta kapan langkah perbaikan akan dilakukan.
Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai kritik IWB dan perkembangan tindak lanjut audiensi masih dalam proses konfirmasi.
IWB memastikan akan tetap mengawal persoalan Pasar Induk Banyuwangi. Bagi organisasi tersebut, audiensi seharusnya menjadi awal penyelesaian, bukan akhir dari pembicaraan yang meninggalkan pertanyaan.
(Tim/Sp)


