spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal

Banyuwangi, presisi.sbs – Wacana penataan ulang pelaksanaan pawai kemerdekaan di Banyuwangi mulai disuarakan. Info Warga Banyuwangi (IWB) mengusulkan agar perayaan HUT RI, tahun 2027 lebih menonjolkan unsur budaya dan kearifan lokal dibanding dominasi sound horeg yang belakangan marak.

Ketua IWB, Abi Arbain, menilai fenomena sound horeg yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda perlu duduk bersama merumuskan konsep perayaan yang tetap meriah namun tidak meninggalkan identitas Banyuwangi.

“Perayaan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, budaya, dan pendidikan karakter. Jangan sampai substansi pawai bergeser dari yang semula menampilkan kreativitas dan tradisi menjadi sekadar hiburan semata,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Abi menegaskan, pandangan tersebut bukan untuk membatasi kreativitas. Sebaliknya, ia ingin ada keseimbangan antara hiburan modern dengan pelestarian nilai budaya yang selama ini menjadi ciri khas Banyuwangi.

Ia menyampaikan 4 poin refleksi bersama:

– Mulai tahun 2027 pawai tanpa sound horeg

– Mengembalikan pawai sebagai sarana pelestarian budaya lokal

– Menghentikan konsep arak-arakan yang menyerupai “diskotek berjalan”

– Mempertimbangkan dampak sosial, pembentukan karakter dan mental generasi mendatang

“Banyuwangi memiliki kekayaan seni tradisi yang luar biasa, mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga kreativitas berbasis budaya lokal yang melibatkan generasi muda. Itu seharusnya menjadi wajah utama dalam setiap perayaan,” katanya.

IWB juga mendorong pemerintah daerah melakukan pendekatan yang humanis dan persuasif, bukan cara yang menimbulkan polemik. Dialog dan edukasi dinilai lebih efektif.

“Ini bukan soal melarang atau membatasi kreativitas masyarakat, melainkan bagaimana kita menjaga agar tradisi tetap hidup, budaya tetap dihormati, dan generasi muda memiliki ruang berekspresi yang positif serta edukatif,” pungkasnya.

Fenomena sound horeg sendiri masih menjadi perdebatan. Di satu sisi mampu menarik antusiasme warga dan menggerakkan ekonomi lokal, di sisi lain memunculkan keluhan soal kebisingan, keselamatan, dan pergeseran nilai budaya dalam pawai tradisional. (Tim/sp)

Popular Articles