ACEHSINGKIL,PRESISI.SBS – Forum Gerakan Masyarakat Aceh Singkil (Gemuka) Aceh Singkil resmi mendirikan posko koordinasi menyusul belum terealisasinya janji Bupati Aceh Singkil terkait pencairan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat korban banjir.
Pendirian posko ini menjadi langkah awal konsolidasi massa sebelum digelarnya aksi demonstrasi jilid 2 dalam waktu dekat.
Ketua Gemuka Aceh Singkil Rasuludin Malau menyatakan, bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya karena jaminan hidup yang dijanjikan akan dicairkan oleh pemerintah daerah hingga kini belum kunjung diterima oleh warga yang terdampak.
”Kami mendirikan posko ini sebagai pusat aduan masyarakat sekaligus basis pematangan strategi gerakan. Pemerintah daerah telah mengabaikan komitmennya, dan kami tidak akan tinggal diam melihat hak-hak masyarakat kecil terus ditunda,” tegas Rasuludin koordinator gerakan dalam keterangannya, Sabtu (26/9).
Menurut Rasul biasa disapa, karena Bupati telah melanggar sumpah janji jabatan dan mengabaikan kewajiban terhadap masyarakat sudah pantas dan ini saatnya Bupati harus dimakzulkan, ujar Rasul.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat aceh singkil yang terdampak agar ikut bergabung menyuarakan.
Sebelumnya, dalam aksi demonstrasi jilid pertama, pihak pemerintah daerah sempat memberikan angin segar dan berjanji akan segera menyelesaikan administrasi pencairan dana Jadup.
Namun, setelah melewati batas waktu yang disepakati, belum ada tanda-tanda realisasi konkret di lapangan.Pendirian posko ini diharapkan dapat menyatukan gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda di Aceh Singkil.
Gemuka memastikan aksi jilid 2 yang akan datang akan membawa massa yang lebih besar guna menuntut pertanggungjawaban langsung dari Bupati, yang di mana ada dua tempat aksi pertama di Kantor Bupati dan DPRK Aceh Singkil.(***)



