spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

LAPAS CIBINONG UNJUK GIGI! Dapur Sahabat hingga Bioflok Jadi Magnet Studi Tiru Banda Aceh

CIBINONG, Presisi.Sbs — Bukan sekadar kunjungan kerja, Lapas Kelas IIA Cibinong menunjukkan sejumlah terobosan pembinaan yang kini menjadi perhatian satuan kerja Pemasyarakatan lain,Lapas Kelas IIA Banda Aceh datang melakukan studi tiru untuk melihat langsung bagaimana program ketahanan pangan dan pengelolaan Dapur Sahabat dijalankan di Lapas Cibinong.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, bersama jajaran menerima rombongan tersebut,Pertukaran pengalaman kemudian diarahkan pada dua sektor yang dinilai strategis, yakni pemenuhan kebutuhan pangan serta pembinaan kemandirian Warga Binaan.

Dapur Sahabat menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian, Rombongan Banda Aceh melihat langsung mekanisme pengelolaan makanan, dari bahan baku hingga makanan siap disajikan, termasuk penerapan kebersihan, sanitasi dan keamanan pangan.

Tak kalah menarik, program Kebun Inovasi dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) memperlihatkan bagaimana lahan Lapas dapat diubah menjadi ruang produktif.

Pertanian hidroponik berjalan berdampingan dengan peternakan ayam, kambing perah dan bebek,Di sektor perikanan, budidaya lele menggunakan sistem bioflok turut dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Yang membuat program tersebut semakin menarik adalah pengelolaan limbahnya, Sampah organik diarahkan menjadi media budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi biji plastik.

“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru dari Lapas Banda Aceh,Melalui kunjungan ini, kami berbagi praktik baik terkait pengelolaan Dapur Sahabat serta program ketahanan pangan,” ujar Wisnu.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Akhmad Heru Setiawan menilai berbagai inovasi yang dilihat langsung di Cibinong dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program di Banda Aceh.

Menurutnya, studi tiru bukan hanya soal melihat program yang sudah berjalan, tetapi bagaimana praktik tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing Lapas.

Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan di balik tembok Pemasyarakatan terus bergerak ke arah yang lebih produktif,Dapur kebun, peternakan, perikanan hingga pengelolaan sampah kini tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemandirian Warga Binaan.

Popular Articles