Banda Aceh 04072026 – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Banda Aceh meminta Gubernur Aceh untuk segera mengambil langkah strategis menyikapi persoalan keuangan RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) yang menjadi perhatian publik. Besarnya nilai kewajiban rumah sakit harus ditangani secara cepat agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.
Walkot LIRA Kota Banda Aceh, Muhammad Ichsan Nizali, SE, CPLA, menilai pemerintah perlu membentuk Tim Pemulihan Keuangan yang bekerja secara profesional dan transparan. Tim tersebut diharapkan mampu menyusun langkah-langkah penyelamatan kondisi keuangan rumah sakit sekaligus menjaga agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal.
Selain itu, LIRA mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan dan tata kelola RSUDZA untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan membengkaknya kewajiban rumah sakit. Apabila dari hasil audit ditemukan indikasi pelanggaran hukum, maka proses penanganannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangannya.
LIRA juga menegaskan bahwa manajemen yang baru tidak seharusnya dibebani sepenuhnya untuk menyelesaikan persoalan yang kemungkinan merupakan akumulasi dari kebijakan dan pengelolaan pada periode-periode sebelumnya. Oleh karena itu, evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan fakta, dokumen, dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami meminta Gubernur Aceh memastikan proses pemulihan berjalan beriringan dengan upaya mengungkap akar persoalan. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan pemerintah berkewajiban memastikan pengelolaan keuangan rumah sakit berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Muhammad Ichsan Nizali.
LIRA Kota Banda Aceh menyatakan siap mendukung setiap langkah pemerintah yang bertujuan memperbaiki tata kelola RSUDZA demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih baik, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.



