spot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Di Balik Jeruji Lapas Bekasi: Warga Binaan Digaji, Dibekali Keahlian, dan Dipersiapkan Kembali ke Masyarakat

Bekasi | Presisi.com – Gambaran lembaga pemasyarakatan sebagai tempat penuh ketakutan perlahan berubah,Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi, pendekatan pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi untuk membentuk warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas.

Program pembinaan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan kerja hingga mendapatkan penghasilan dari aktivitas produktif yang dilakukan secara sukarela.

Seorang warga Bekasi yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat memiliki pandangan negatif tentang kehidupan di dalam lapas,Namun persepsinya berubah setelah rutin membesuk putranya yang sedang menjalani hukuman akibat kasus penggelapan dana perusahaan.

Menurutnya, selama menjalani masa pidana, anaknya justru memperoleh berbagai pelatihan kerja dan bahkan sempat dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan fasilitas di dalam lapas yang dikerjakan oleh pihak kontraktor,
“Anak saya ikut bekerja saat ada pembangunan di dalam lapas dan menerima upah lebih dari Rp700.000 untuk pekerjaan sekitar satu minggu,Semua dilakukan secara resmi dan tidak ada paksaan,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa proses pembinaan berjalan baik, Putranya telah menjalani lebih dari satu tahun masa pidana dan saat ini telah memenuhi persyaratan administrasi untuk memperoleh Pembebasan Bersyarat (PB) yang dijadwalkan pada Oktober 2026,Selain itu ia menegaskan bahwa seluruh proses pengurusan Pembebasan Bersyarat berlangsung tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, petugas Lapas Kelas IIA Bekasi, Reza Pahlawan, menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam berbagai kegiatan produktif merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang telah berjalan selama ini.

Menurut Reza, selain pekerjaan pembangunan yang melibatkan pihak kontraktor, warga binaan juga diberi kesempatan mengembangkan keterampilan melalui berbagai unit usaha, seperti peternakan ayam, budidaya lele, pangkas rambut, kerajinan tangan, hingga budidaya bonsai yang memiliki nilai ekonomi,
“Lapas bukan sekadar tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat membangun kembali kemampuan dan mental warga binaan agar ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal keterampilan dan mampu hidup mandiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari sekitar 1.400 warga binaan yang menghuni Lapas Kelas IIA Bekasi, sekitar 200 orang aktif mengikuti kegiatan kerja,Seluruh keikutsertaan dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur pemaksaan.

Konsep pembinaan tersebut dinilai sejalan dengan semangat sistem pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai individu yang harus dipersiapkan kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Perubahan istilah dari “penjara” menjadi “lembaga pemasyarakatan” serta dari “narapidana” menjadi “warga binaan” mencerminkan perubahan paradigma pemidanaan di Indonesia,Fokusnya bukan lagi sekadar menjalankan hukuman, melainkan mendorong proses rehabilitasi sosial agar mantan warga binaan mampu beradaptasi, diterima kembali oleh masyarakat, serta tidak mengulangi tindak pidana.

Melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan tersebut, Lapas Kelas IIA Bekasi berupaya membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat menjadi ruang pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan pembentukan karakter yang memberi harapan baru bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Popular Articles