BANDA ACEH — Kenyamanan warga saat berkendara di jalan raya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banda Aceh. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah bergerak cepat menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di berbagai kawasan sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Ir. Rulli Syahreza, M.T., menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga yang merasa was-was atau terhambat aktivitasnya akibat kondisi jalan yang kupak-kapik. Fokus perbaikan kali ini diarahkan langsung pada jalur-jalur utama yang padat kendaraan serta akses jalan desa yang kerusakannya sudah menahun.
”Kami ingin masyarakat merasakan langsung dampak dari pembangunan ini. Tahun ini, prioritas utama kami adalah membenahi jalan kolektor dengan mobilitas tinggi demi kelancaran lalu lintas kota, sekaligus menyasar jalan-jalan lingkungan di desa yang rusak parah atau yang bahkan belum pernah diaspal sama sekali,” ujar Ir. Rulli Syahreza, M.T., Kamis (12/7/2026).
Langkah nyata di lapangan pun sudah mulai terlihat. Di bawah pengawasannya, saat ini ada 12 titik jalan yang sedang digarap secara intensif, yang tersebar di tujuh paket proyek. Salah satu fokus utamanya adalah kawasan Lambaro Skep yang sebelumnya masih berupa tanah dasar, serta pengaspalan menyeluruh di kawasan Desa Penyeurat dan perbaikan jalan amblas di Lhong Raya.
Sebagai seorang berlatar belakang teknis, Rulli menekankan bahwa pengerjaan proyek infrastruktur jalan kali ini harus mengutamakan kualitas jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara.
”Prinsip kami jelas, tidak boleh ada proyek yang asal jadi atau sekadar tambal sulam yang sifatnya sementara. Jalan yang tadinya masih tanah langsung kita tingkatkan menjadi jalan aspal yang kokoh, sedangkan yang berlubang dan bergelombang kita lapisi ulang (overlay). Kita ingin pastikan jalan ini aman dan bertahan lama untuk digunakan masyarakat sehari-hari,” tegas Rulli.
Tidak berhenti sampai di situ, Rulli juga mematangkan persiapan untuk tahap selanjutnya. Saat ini, Dinas PUPR sedang memproses lelang untuk sepuluh titik jalan baru lainnya, termasuk jalur padat di kawasan Gampong Ie Masen Kayee Adang dan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam.
Selain itu, ia juga memastikan proyek kelanjutan di Jalan Tgk. Abd. Meunasah Meuncap yang sempat menyisakan sisa pengerjaan sepanjang 200 hingga 300 meter pada tahun lalu, akan dituntaskan sepenuhnya tahun ini.
”Insya Allah, semua target perbaikan ini kita kejar agar selesai tahun ini. Harapan saya, begitu jalan-jalan ini mulus, aktivitas ekonomi warga semakin lancar dan anak-anak kita bisa pergi ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman,” pungkas Ir. Rulli Syahreza, M.T. dengan optimis.



